Langsung ke konten

Cara Menghitung Bagi Hasil Food Court (dan Kenapa Excel Selalu Salah)

3 Agustus 2026

Skema bagi hasil adalah jantung bisnis food court: pengelola menyediakan tempat dan kasir, tenant menyediakan makanan, lalu omzet dibagi sesuai kesepakatan, umumnya potongan 10–30% dari penjualan kotor tiap stall.

Rumus dasarnya sederhana

Hak tenant = penjualan kotor stall − (penjualan kotor × persentase komisi).

Yang membuatnya rumit bukan rumusnya, tapi datanya:

  • Volume. Ratusan transaksi per hari, masing-masing bisa berisi item dari beberapa stall sekaligus.
  • Pembatalan. Void dan retur harus mengurangi omzet stall yang tepat. Kalau tidak, tenant dipotong komisi untuk penjualan yang batal.
  • Waktu. Rekap harus selesai malam itu juga; tenant menunggu setorannya.

Kenapa spreadsheet selalu bermasalah

Excel tidak tahu transaksi mana milik stall mana. Seseorang harus memasukkannya, setiap malam, tanpa salah ketik. Void yang lupa dicatat, baris yang tergeser, rumus yang tertimpa: satu kesalahan kecil berarti setoran yang salah dan tenant yang kecewa. Dan saat food court makin ramai, beban rekapnya ikut tumbuh.

Alternatifnya: hitung di sumbernya

Jika kasir mencatat identitas stall pada setiap item sejak awal, bagi hasil bukan lagi pekerjaan malam hari. Laporannya terbentuk sendiri, termasuk pengurangan dari void dan retur.

Itulah pendekatan Grafena POS: setiap penjualan tercatat per stall, komisi terhitung otomatis, dan laporan per tenant siap setiap malam.